Ini Info Bagus

Berita Kesehatan Terlengkap
Penjelasan Ilmiah Aroma Vagina Seperti 'Ikan Asin'

Penjelasan Ilmiah Aroma Vagina Seperti ‘Ikan Asin’

Seorang pemain opera sabun desa, Galih Ginanjar, menjadi pembicaraan yang panas. Dalam sebuah video, ia mengungkapkan rahasia kehidupan rumah tangganya dengan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, yang juga seorang pesinetron.

Ada kata-kata Galih dalam video yang dianggap oleh banyak orang sebagai tidak pantas. Galih kemudian harus menjawab kata-katanya setelah Fairuz melaporkan mantan suaminya ke Kepolisian Daerah Metro Jaya.

‘Ikan asin’ yang dikatakan Galih dalam videonya menjadi salah satu sorotan banyak orang. Banyak warga negara menuduh Galih menggunakan kata itu untuk melindungi Fairuz. Dalam video tersebut salam ikan asin Galih ditujukan pada kondisi tubuh Fairuz.

Penjelasan Ilmiah Aroma Vagina Seperti 'Ikan Asin'

Sebenarnya, menurut Mary Jane Minkin, profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Yale, kondisi vagina beraroma normal. Ini karena vagina memiliki berbagai jenis bakteri dan jamur baik yang hidup di sana.

“Sama seperti perut, vagina memiliki microbiome sendiri yang penuh dengan berbagai bakteri dan jamur yang sebagian besar sangat membantu,” kata Minkin, seperti dilansir Women’s Health.
Sementara itu, Christine Masterson, seorang ahli kesehatan wanita dari Summit Medical Group, memberikan penjelasan tentang aroma normal vagina. Menurutnya, aroma normal vagina agak pengap dan sedikit asam.

Itu karena pH di vagina agak asam. Dia menambahkan bahwa aroma vagina biasanya tidak terlalu kuat.

Aroma seperti ikan

Jika vagina berbau seperti ikan, maka ada kemungkinan infeksi bacterial vaginosis (BV). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini adalah jenis infeksi vagina yang paling umum untuk wanita berusia antara 15 dan 44 tahun.
Infeksi dapat terjadi ketika tingkat pH vagina tidak stabil karena pertumbuhan bakteri jahat, jelas Minkin. Dia menambahkan bahwa BV bukanlah penyakit menular seksual. Menurutnya BV itu sendiri tidak begitu berbahaya.

Minkin menjelaskan bahwa kondisi ini dapat diobati dengan menormalkan kondisi pH vagina. Penanganan bisa dilakukan dengan gel dan obat-obatan.

Aroma lain dari vagina

Ada beberapa aroma lain yang mungkin keluar dari vagina. Diantaranya adalah jamur, metalik, musk, amoniak, busuk, dan bahkan agak manis.
Aroma bau jamur biasanya terjadi ketika vagina memiliki infeksi jamur atau infeksi jamur vagina. Biasanya, aroma ini tidak akan berbau sedap itu. Tapi, terkadang infeksi ini bisa mengeluarkan bau seperti ragi.

Aroma logam bisa muncul dari vagina. Ini karena darah dari menstruasi dapat mengubah pH vagina. Akibatnya, vagina berbau seperti tembaga dan timah, jelas Minkin.

Sementara aroma musk dapat muncul setelah berolahraga dan orang-orang menggunakan pakaian dalam sintetis. Ini karena celana sintetis membuat keringat tetap berada di celana.

Bau busuk juga bisa muncul di vagina. Menurut Minkin, ini adalah tanda bahwa kondisi vagina semakin memburuk. Misalnya, ada tampon yang tertinggal di vagina. Minkin menjelaskan bahwa bau busuk adalah hasil dari pertumbuhan bakteri yang berlebihan di tempat tertutup.
Sementara itu, aroma amonia dapat muncul karena beberapa alasan. Masterson mengatakan bahwa BV dapat berbau seperti ikan dan kadang-kadang bisa mencium bau amonia. Alasan lain adalah aroma amoniak bisa berasal dari urin. Selain itu, hubungan seksual dapat memicu pelepasan aroma ini.

Vagina juga bisa berbau agak manis. Biasanya aroma manis disebabkan oleh gaya makan. “Terkadang jeruk dapat menyebabkan vagina mengeluarkan aroma yang agak manis,” kata Masterson.

Leave a Reply