Ini Info Bagus

Berita Kesehatan Terlengkap
5 Jenis Obat Ulkus Akut dengan Berbagai Aturan Minum

5 Jenis Obat Ulkus Akut dengan Berbagai Aturan Minum

Penyakit kronis dan akut adalah dua hal yang biasanya digunakan sebagai patokan untuk perbedaan mengenai lamanya waktu dan tingkat keparahan suatu penyakit. Jika saat ini Anda mengalami tukak lambung, kemungkinan besar ulkus tersebut diklasifikasikan sebagai akut. Dalam kondisi ini, obat maag akut apa yang dapat diberikan untuk menghilangkan gejala?

5 Jenis Obat Ulkus Akut dengan Berbagai Aturan Minum

Bisakah bisul berkembang menjadi akut?

Maag adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan berbagai keluhan yang menyerang sistem pencernaan. Karena itu, penyebutan maag sebagai penyakit tidak benar-benar ada. Karena maag merujuk lebih kepada munculnya berbagai gejala yang mengindikasikan suatu penyakit.
Pilihan obat untuk mengobati borok akut
Ketika maag akibat gastritis yang Anda alami tergolong akut, akan ada berbagai gejala khas. Antara sakit perut, mual, muntah, perut kembung, nafsu makan menurun, dan penurunan berat badan. Namun, yang sangat membedakan borok akut karena gastritis ini dengan borok kronis, yaitu saat pemulihan.

Daripada borok kronis, waktu yang dibutuhkan tubuh untuk pulih dari borok akut cenderung lebih pendek. Selain itu, proses mengobati borok kronis juga dilakukan dengan menghindari pemicu bersamaan dengan pemberian obat.
Berikut ini adalah berbagai obat-obatan yang biasanya dikonsumsi selama tukak lambung akut karena serangan gastritis:

1. Antasida

Pilihan obat maag akut yang dapat dibeli di apotek adalah antasid. Cara kerja antasida adalah dengan menetralkan kadar asam dalam lambung berkat kandungan magnesium, natrium, kalsium, dan berbagai bahan lain di dalamnya.
Ketika Anda mengalami borok akut yang disebabkan oleh gastritis, dosis minum obat bisa lebih sering. Anda biasanya dianjurkan untuk minum obat antasid sesuai dengan petunjuk apoteker dan instruksi untuk konsumsi obat.
Antasid biasanya tidak dianjurkan untuk digunakan dalam waktu yang lama

2. blocker reseptor H-2

Blocker reseptor H-2 juga dapat digunakan untuk mengobati gastritis akut akibat gastritis, karena membantu mengurangi produksi asam dalam lambung. Contoh obat ini termasuk famotidine (Pepcid®) dan cimetidine (Tagamet®).
Namun, Anda tidak boleh gegabah ketika membeli obat ini. Alasannya, dosis rendah blocker reseptor h-2 memang dapat dibeli secara bebas, tetapi untuk dosis yang lebih kuat hanya dapat diperoleh atas rekomendasi dokter.
Agar hasilnya lebih optimal, pahami aturan untuk mengonsumsi obat ini dari apoteker, dokter, dan label kemasan obat. Blocker reseptor H-2 umumnya dapat dikonsumsi selama 10-60 menit sebelum makan

3. Proton pomp inhibitor (PPI)

Inhibitor pompa proton (PPI) atau inhibitor pompa proton adalah obat untuk mengobati borok akut yang disebabkan oleh gastritis. Sama seperti obat penghambat reseptor h-2, Anda juga bisa mendapatkan obat PPi secara bebas untuk dosis rendah
Sedangkan untuk dosis kuat, itu hanya bisa diperoleh melalui resep dokter dan disesuaikan dengan kondisi yang Anda alami. Contoh obat PPI adalah omeprazole (Prilosec®) dan esomeprazole (Nexium®) yang bertugas menghambat produksi asam lambung.
Perhatikan aturan untuk mengambil obat PPI dari apoteker, dokter, dan label kemasan obat. Anda biasanya disarankan untuk minum hanya sekali sehari, dan tidak boleh dikonsumsi terus menerus selama lebih dari 14 hari.

4. Obat pelapis agen

Obat ini bertujuan untuk melindungi selaput lambung, sekaligus mencegah kerusakan lambung bagi orang yang rutin mengonsumsi NSAID
Obat agen pelapis yang biasanya diresepkan oleh dokter, yaitu sucralfate (Carafte®), dan misoprostol (Cytotec®). Aturan minum sucralfate biasanya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Sementara misoprostol dapat dikonsumsi saat makan dan sebelum tidur. Patuhi dosis dan aturan untuk minum obat sesuai dengan arahan dokter.

5. Antibiotik

Dalam beberapa kasus, maag akut akibat gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, memerlukan antibiotik untuk mengobatinya. Jenis antibiotik ini adalah amoksisilin, klaritromisin, dan tetrasiklin

(tidak boleh diambil oleh anak di bawah 12 tahun).

Antibiotik hanya bisa diberikan dengan resep dokter, jadi Anda tidak bisa membelinya dengan mudah. Antibiotik aman dikonsumsi bersama dengan obat antasid, penghambat reseptor h-2, dan PPI. Perhatikan dosis penggunaan antibiotik seperti yang disarankan oleh dokter atau apoteker Anda.

Umumnya, perawatan dengan antibiotik dapat memakan waktu 10 hari hingga 4 minggu, tergantung pada kondisi kesehatan Anda.

Leave a Reply